KESULITAN BELAJAR DAN CARA MENGATASINYA

10 01 2010

KESULITAN BELAJAR DAN CARA MENGATASINYA
Oleh : Kang Taher

A. Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu proses adaptasi yang berlangsung secara progressif, juga merupakan suatu proses perubahan yang menyangkut tingkah laku atau kejiwaan. Jadi dapat diartikan proses belajar adalah sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya. Baca entri selengkapnya »





Profil Sekretaris

7 01 2010

Sekretaris Cabang PGRI Banjarsari

Nama Lengkap         : TATANG JAELANI MASDUKI

Nama Prokem          : Taher

Tempat/Tgl. Lahir : Ciamis, 25 Agustus 1964

Unit Kerja                 : SDN 2 Cigayam

Alamat Rumah       : Dusun Kubangpari RT 12/06 Desa Ciherang Banjarsari Ciamis 46383

Keluarga :

Nama Istri                : N. MAESAROH

Nama Anak              :

  1. Arief Budi Awaluddin
  2. Adi Ahmad Husaeni
  3. Ghani Ahmad Ramdani
  4. Dini Yusrina Nadhilah
  5. Aldy Ahmad Firdaus

Riwayat Pendidikan :

  1. Lulus Madrasah Ibtidaiyah Wanayasa II Tahun 1976
  2. Lulus Madrasah Tsanawiyah Wanayasa Tahun 1979/1980
  3. Lulus Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Pasundan Banjar Tahun 1983
  4. Lulus D2 PGSD Tahun 1996
  5. Lulus S1 Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Galuh Ciamis Tahun 2003
  6. Lulus S2 Magister Manajemen Pendidikan ST Manajemen IMMI Tahun 2008

Riwayat Pekerjaan :

  1. Diangkat menjadi PNS/Guru pada tahun 1986 bertugas di SD Negeri Cigayam 3
  2. Tahun 1989 mutasi ke SD Negeri Gunungputri (SD Negeri 2 Cigayam)

Aktivitas Orgasnisasi :

  • Pengurus Gerakan Pramuka Kwarran Banjarsari dari tahun 1990 s.d. sekarang (4 periode)
  • Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Darul Falah tahun 1990 – sekarang
  • Pengurus DKM Darul Falah tahun 1990 – sekarang
  • Pengurus Karang Taruna Desa Ciherang Tahun 1995 – 2000
  • Pengurus AMPI Kecamatan Banjarsari Tahun 1992 – 1997
  • Pengurus KNPI Kecamatan Banjarsari tahun 1995 – 2000
  • Pengurus Komite Madrasah MI Wanayasa II / RA Darul Falah tahun 2000 – sekarang
  • Pengurus PHBI Kecamatan Banjarsari tahun 2000 – sekarang
  • Pengurus Paguyuban Kawasen tahun 2008 – sekarang
  • Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Banjarsari periode tahun 2009 – 2014





Pengertian Pendidikan

6 01 2010

PENGERTIAN ILMU PENDIDIKAN
Oleh : Kang Taher

Pendidikan nasional adalah suatu sistem yang memuat teori praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat bangsa yang bersangkutan guna diabdikan kepada bangsa itu untuk merealisasikan cita-cita nasionalnya.
Pendidikan nasional Indonesia adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan pratek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh flisafat bangsa Indonesia yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia guna memperlanar mencapai cita-cita nasional Indonesia. Baca entri selengkapnya »





Profil Ketua PGRI Cabang

6 01 2010

PROFIL KETUA PGRI CABANG BANJARSARI KABUPATEN CIAMIS

Nama                            : E D I,. S.Pd.

Tempat/Tgl lahir     : Ciamis, 02 Juli 1966

Unit Kerja                   : SDN 1 Cikaso

Alamat Rumah         : Dusun Sukamulya RT 01/01 Desa Sukasari

Kecamatan Banjarsari Kab. Ciamis 46383

No. Tlp/HP.               : (0265)651935 / 081320078135

Riwayat Pendidikan :

1. Lulus Sekolah Dasar Negeri Giriharja Kec. Parigi Tahun 1979

2. Lulus SMP Negeri Pangandaran Tahun 1982

3. Lulus SGON Tasikmalaya Tahun 1985

4. Lulus D2 UT Penjas Tahun 2001

5. Lulus S1 Penjas Universitas Majalengka  Tahun 2007

Riwayat Pekerjaan :

1. Diangkat menjadi PNS tanggal 01 Oktober 1985 bertugas di SDN Cikaso 2

2. Mutasi ke SDN 2 Cigayam Tahun 1993-1994

3. Mutasi ke SDN Cikaso 2 Tahun 1994 sampai sekarang (berubah menjadi    SDN 1 Cikaso

Riwayat Keluarga :

Nama Istri                    : Iis Kurniasih

Nama Anak                  :

1. Eris Rismayadi

2. Yeni Kurniasari

Pengalaman Organisasi :

1. Ketua FKPG Penjas Tahun 2004 – 2009

2. Sekbid Olahraga Cabang PGRI Kec. Banjarsari Tahun 2004-2009

3. Pengurus BAPOPSI (Bid. Organisasi)  Kecamatan Banjarsari 2004-sekarang

4. Pengurus DKM (Sekretaris) Tahun 2004-sekarang

5. Ketua Cabang PGRI Kecamatan Banjarsari Periode 2009-2014





Penilaian Kelas

6 01 2010

MODEL PENILAIAN KELAS

A. DASAR HUKUM

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional;
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

B. BUKU SUMBER

1. Himpunan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia;
2. Model Penilaian Kelas, Badan Standar Nasional Pendidikan

C. PENGERTIAN-PENGERTIAN.

1. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik;
2. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik;
3. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik
4. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih;
5. Ulangan tengah semester adalah kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepressentasikan seluruh KD pada periode tersebut;
6. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut;
7. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut;
8. Ujian Sekolah/Madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang dujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak dujikan dalam ujian nasional, dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur tersendiri dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah;
9. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan;
10. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi.
11. Penilaian kelas adalah suatu kegiatan yang dilakukan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi dasar setelah mengikuti proses pembelajaran.
Penilaian kelas dilakukan melalui suatu proses dengan langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang profil peserta didik yang dilaksanakan melalui berbagai teknik atau cara, seperti penilaian unjuk kerja (performence), penilaian tertulis (paper and pencil test) atau lisan, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portofolio), penilaian diri (evadir), dan penilaian sikap. Sebagai mana format-format terlampir. Baca entri selengkapnya »





AD/ART PGRI

6 01 2010

KEPUTUSAN KONGRES XX
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
Nomor : IV/KONGRES/XX/PGRI/2008
Tentang
PENYEMPURNAAN ANGGARAN DASAR DAN
ANGGARAN RUMAH TANGGA PGRI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, KONGRES XX PGRI;

Menimbang
: a. bahwa kemajuan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan telah berkembangan sedemikian pesat sesuai perkembangan dan kemajuan global;
b. bahwa PGRI sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi dan organisasi ketenagakerjaan berperan aktif dalam pembangunan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan, kemasyarakatan, dan global;
c. bahwa untuk menyesuaikan dengan semangat dan dinamika pembangunan serta peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGR perlu disempurnakan;
d. bahwa Kongres XX PGRI Tahun 2008 yang berlangsung dari tanggal 30 Juni s.d. 4 Juli 2008 di Palembang Sumatera Selatan adalah forum tertinggi organisasi yang berwenang menetapkan keputusan-keputusan strategis dan mendasar sebagai landasan operasional dalam mencapai tujuan sesuai jati diri, visi, dan misi organisasi;
e. bahwa Komisi-Komisi Kerja Kongres XX PGRI telah membahas secara lengkap, terpadu, visioner penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI
f. bahwa berhubung dengan hal tersebut perlu ditetapkan keputusan kongres tentang penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI.
Mengingat : 1. Undang-undang RI Nomor: 8 tahun 1985 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.
2. Undang-Undang RI Nomor : 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Undang-Undang RI Nomor : 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
4. Keputusan Presiden RI Nomor 78 Tahun 1994 Tentang Hari Guru Nasinal.
5. Keputusan Kongres XIX Persatuan Guru Republik Indonesia Nomor : VII/KONGRES/XIX/PGRI/2003 Tentang Penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI.
6. Keputusan Kongres XIX PGRI Nomor : IX/Kongres/XIX/PGRI/ 2003 tentang Susunan dan Personalia Pengurus Besar PGRI Masa Bakti XIX, sebagaimana telah diubah dengan keputusan Konpus II PGRI Nomor : V/KONPUS-II/XX/2005 dan telah diubah lagi dengan keputusan Konpus II PGRI Nomor : VI/KONPUS-II/XX/2005.
7. Keputusan Kongres XX PGRI Nomor: I/KONGRES/XX/PGRI/ 2008 tentang Jadwal Acara Kongres XX PGRI.
8. Keputusan Kongres XX PGRI Nomor: II/KONGRES/XX/PGRI/ 2008 tentang Tata Tertib Kongres XX PGRI.
9. Keputusan Kongres XX PGRI Nomor: IV/KONGRES/XX/PGRI/ 2008 Tentang Pembentukan Komisi Kerja Pembahasan Materi Kongres PGRI XX.
Memperhatikan : Saran dan pendapat yang berkembang dalam sidang-sidang Kongres XX PGRI.
M E M U T U S K A N :
Menetapkan
: KEPUTUSAN KONGRES XX PGRI TENTANG PENYEMPURNAAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERASTUAN GURU REPUBLIK INDONESIA.
Pertama
: Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI yang telah disempurnakan, sebagaimana tercantum dalam lampiran yang menjadi bagian tidak terpisahkan dengan keputusan ini.
Kedua
: Menyatakan berlakunya Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga PGRI yang disempurnakan tersebut di semua tingkat, dan jajaran organisasi PGRI.
Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Palembang
Pada tanggal : 3 Juli 2008 Baca entri selengkapnya »





Media Pembelajaran

5 01 2010

PEMANFAATAN DAN KELEMAHAN MEDIA PENDIDIKAN
Oleh : Taher

A. Pemanfaatan Media Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu tolok ukur maju tidaknya suatu bangsa, karena pendidikan akan memberikan dampak yang begitu besar bagi perkembangan peradaban suatu bangsa. Peradaban suatu bangsa akan maju apabila sektor pendidikan diperhatikan secara sungguh-sungguh dan mendapat prioritas utama.
Melihat perkembangan sejarah bangsa Indonesia, nampaknya pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Ini menandakan bahwa grafik pendidikan kita tidak stagnan, yang pada gilirannya memberikan dampak yang positif bagi bangsa ini dalam berkiprah di percaturan dunia.
Bila kita melihat sejarah pendidikan kita sebelum masa kemerdekaan, kita melihat bahwa statistik pendidikan kita sangat rendah. Hal ini bisa difahami, karena pada masa itu kita dihadapkan pada berbagai masalah yang melilit bangsa ini, mulai dari masalah penjajahan, terbatasnya kesempatan dan media pendidikan sampai masalah sumber daya manusianya itu sendiri dan lain-lain. Tetapi pada perkembangan selanjutnya, setelah Indonesia merdeka, mulai tampak pendidikan kita mengalami kemajuan, karena pemerintahan kita memberikan keleluasaan bagi rakyat untuk memperoleh pendidikan.
Berbagai hal dilakukan oleh pemerintah kita untuk meningkatkan pendidikan dalam rangka mengejar ketinggalan. Di antara kebijakan-kebijakan tersebut yaitu bahwa pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan dari tahun ke tahun, sehingga ini memberikan perkembangan yang positif dalam sarana dan prasarana pendidikan. Di samping itu, Pemerintah memberikan keleluasaan bagi penduduk untuk menyelenggarakan pendidikan (mendirikan lembaga pendidikan) baik formal maupun non-formal. Dan masih banyak lagi kebijakan-kebijakan pemerintah yang diberikan untuk meningkatkan pendidikan kita. Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.